Kamis, 27 Maret 2008

Overview Silica Plus

SILICA PLUS
Membangun “Elastisitas & Kekuatan” Jaringan


Silica adalah trace mineral esensial, yang seringkali hadir dalam bentuk ikatan yang sulit dicerna tubuh, padahal kehilangan elemen ini terjadi terus menerus tanpa dapat dihindari.
Silica sangat penting bagi kesehatan tulang, sendi, paru-paru, pembuluh darah, jantung, kulit, rambut dan kuku.
Silica Plus, adalah produk cair alami, aman, tanpa efek samping, yang menyediakan elemen silica dalam bentuk yang paling mudah diserap tubuh dan telah mendapatkan paten internasional.

Manfaat Silica Plus :
  • Mempercepat mineralisasi tulang. Penting bagi kesehatan tulang dan pencegahan rapuh tulang.
  • Menyokong keutuhan tulang rawan persendian dan ligamen.
  • Meningkatkan produksi kolagen, menjadikan kulit kencang, tidak mudah berkeriput dan tampak lebih muda. Kuku dan rambut tampak lebih sehat.
  • Meningkatkan kelenturan dan kekuatan pembuluh darah arteri, sehingga dapat mengurangi resiko penyakit kardiovaskular.
  • Mendorong pengeluaran lendir, regenerasi selaput lendir & kelenturan jaringan paru, mengurangi resiko emfisema, TBC paru,dan penyakit paru lainnya.
  • Sebagai diuretik alami dan mengurangi resiko edema. Penting bagi kesehatan ginjal.
  • Meningkatkan sistem imun dengan meningkatkan pembentukan limfosit dan fagosit
  • Sebagai anti radang dan memperbaiki tekstur jaringan.
  • Baik untuk mengurangi peradangan pada sendi, gusi, mulut, saluran pernafasan, pencernaan,kandung kemih, dan kulit (jerawat, bercak merah, alergi, luka, borok,& jamur kulit).
  • Mencegah penumpukan alumunium yang merupakan penyebab utama dari meningkatnya penyakit Alzheimer (sejenis penyakit kepikunan).

Suplementasi Silica akan meningkatkan Kolagen 1 didalam pertumbuhan tulang hingga 100 %

3 alasan utama anda memilih Silica Plus

1. Reputasi
The best anti aging product, yang telah mendapat paten internasional & direkomendasikan oleh peneliti, dokter, praktisi kesehatan indepeden.

2. Teruji
Penelitian-penelitian tentang silica memperlihatkan manfaat terapi silica bagi pemeliharaan & pemulihan kesehatan.

3. Terbukti
Telah digunakan di berbagai negara, aman, tanpa efek samping dengan manfaat positif yang nyata.

Sabtu, 08 Maret 2008

Komposisi SP

Silica Plus® terbuat dari bahan-bahan alami yang secara total sangat aman. Diekstrak tanpa adanya tambahan bahan kimia sintetik. Tidak mengandung bahan-bahan yang dilarang oleh badan kesehatan internasional maupun nasional.
Silica Plus® telah lulus uji Food and Drug Administration (FDA) USA dan BPOM Indonesia (Badan Pengawasan Obat & Makanan).

Silica Plus mengandung GHT Proprietary Blend 1240 mg:
- Purified Water
- Colloidal Silica
- Ionic Trace Minerals
- Hydrogen Sulfate
- Glucono Delta Lactone
- Citric Acid
- Ascorbic Acid (vitamin C)
- Rice Vinegar
- Arginine
- Methionine
- Ornithine

Cara pakai SP

Dewasa :

Pemakaian TANPA Hydroxygen Plus
Dosis pemeliharaan: 28 tetes (¼ sendok teh = ± 1,25 cc) 3 kali sehari.
Dosis terapi:
Larutkan 4 tetes dalam segelas air (± 240 cc) pada suhu kamar, 3 kali sehari. Setiap harinya tambahkan 4 tetes hingga mencapai dosis terapi 84 tetes (¾ sendok teh = ± 3,75 cc) 3 kali sehari selama 1-2 bulan sebelum kembali ke dosis pemeliharaan. Diminum bersamaan waktu makan atau setelah makan.

Hari ke:
1. 3 x 4 tetes
2. 3 x 8 tetes
3. 3 x 12 tetes
4. 3 x 16 tetes
5. 3 x 20 tetes
6. 3 x 24 tetes
7. 3 x 28 tetes ---> dosis pemeliharaan (maintenance dose)
8. 3 x 32 tetes
9. 3 x 36 tetes
10. 3 x 40 tetes
11. 3 x 44 tetes
12. 3 x 48 tetes
13. 3 x 52 tetes
14. 3 x 56 tetes
15. 3 x 60 tetes
16. 3 x 64 tetes
17. 3 x 68 tetes
18. 3 x 72 tetes
19. 3 x 76 tetes
20. 3 x 80 tetes
21. 3 x 84 tetes ---> dosis terapi (therapy dose)

Pemakaian DENGAN Hydroxygen Plus
Larutkan 4 tetes dalam segelas air (± 240 cc) pada suhu kamar, 3 kali sehari. Setiap harinya tambahkan 4 tetes hingga mencapai dosis pemeliharaan 28 tetes (¼ sendok teh = ± 1,25 cc) 2-3 kali sehari.

Anak –anak :
¼ - ½ ukuran dewasa normal

Fakta/testimoni SP

Temukan fakta atas manfaat penggunaan produk Silica Plus

Testimoni Mr. Oxygen
Testimoni dr. Privitera
Kumpulan 26 testimoni ina
Kumpulan 15 testimoni west
Kumpulan 19 testimoni west
Kumpulan 115 testimoni west
Kumpulan 14 testimoni hewan
Kumpulan 12 testimoni hewan

Manfaat silica

Manfaat Silica Tak Diragukan Lagi

Menurut ilmu Gizi saat ini, sebelum silicon (Silica) banyak diketahui dalam biologi, Louis Pasteur telah memperkirakan bahwa silicon akan ditemukan sebagai substansi terapi penting untuk banyak penyakit. Salah satu dari sekian banyak ilmuwan yang mempelajari silica baru-baru ini, dan melaporkan manfaat kesehatan yang positif adalah Dr. Edith Carlisle, yang berbagai penelitiannya dilakukan di UCLA pada tahun 1972. Ia menemukan bahwa silica adalah sebuah trace elemen esensial yang diperlukan untuk pembangunan tulang yang normal.
Nutrition Today, Agustus, 1993 oleh Carol D. Seaborn, Forrest H. Nielsen

MANFAAT SILICA PLUS

Kesehatan jaringan penghubung. Organ-organ di dalam tubuh disusun & dipersatukan oleh jaringan penghubung. Kelemahan jaringan ini membuat melemahnya kedudukan, sehingga dapat terjadi disfungsi organ.

Kesehatan tulang. Tulang terbuat dari jalinan serat-serat protein (kolagen) yang berisi mineral. Silica meningkatkan Kolagen I dalam pertumbuhan tulang hampir mendekati 100%. Mempertahankan kepadatan & kekuatan tulang, perbaikan keretakan tulang & mengurangi resiko rapuh tulang. Hasil penelitian UCLA membuktikan bahwa tulang yang memiliki kandungan silicon tinggi memiliki kadar kalsium tinggi. Suplementasi silica mempercepat mineralisasi tulang.

Kesehatan sendi. Silica sangat penting bagi pengembangan tulang rawan sendi, menyokong keutuhan persendian & ligamen serta mengurangi resiko peradangan sendi (arthritis), kerusakan tulang rawan sendi karena osteoarthritis (penuaan) ataupun karena gout (asam urat tinggi). Hasil penelitian Prof. Carlisle membuktikan bahwa silica sangatlah esensial bagi pembentukan tulang rawan.

Kesehatan jantung & pembuluh darah. Kekuatan lapisan terdalam jaringan arteri (lapisan tunika intima) sangat bergantung pada silica. Silica baik untuk meningkatkan kelenturan & kekuatan pembuluh darah arteri. Mengurangi resiko pengerasan arteri, tekanan darah tinggi, serangan jantung, stroke dan masalah aliran darah lainnya. Hasil penelitian para ahli di Paris terhadap 72 orang dewasa berusia 61 tahun ke atas membuktikan bahwa pembuluh darah Arteri yang memiliki masalah Atherosclerosis memiliki kandungan silica 14x lebih rendah dibandingkan dengan pembuluh Arteri sehat. Defisiensi silica dapat menimbulkan terlihat jelasnya pembuluh darah vena yang mendorong terjadinya varises atau wasir.

Kesehatan saluran pernafasan & paru. Elastisitas jaringan dan fungsi paru-paru bergantung pada kehadiran silica. Di Eropa silica seringkali diberikan bersamaan dengan obat-obatan karena ditemukan meningkatkan sistem imun dengan meningkatkan pembentukan limfosit dan fagosit yang sangat dibutuhkan bagi penderita kanker. Silica mendorong pengeluran lendir, mengurangi batuk, kelenturan jaringan paru (kemampuan mengembang/menciut) & regenerasi selaput lendir paru, mengurangi resiko emfisema (kantung udara kurang elastis), TBC paru, dan penyakit paru lainnya.

Kesehatan kulit, rambut & kuku. Kekurangan silica dapat dilihat dari adanya gejala kuku rapuh, kulit keriput, kulit lembek, kerontokan rambut. Penelitian mengkonfirmasikan bahwa silica mampu mengatasi proses penuaan dini.

Kesehatan ginjal. Silica membantu mengeluarkan urine hingga 37% (natural diuretik) dan mengurangi resiko edema (badan bengkak karena menahan cairan).

Silica telah bertahun-tahun digunakan sebagai anti peradangan. Baik untuk mengurangi peradangan pada gusi, mulut, saluran pernafasan, pencernaan & kandung kemih.

Silica memperbaiki tekstur jaringan. Silica dapat digunakan secara eksternal pada kulit yang bermasalah seperti pada jerawat, bercak merah, alergi, luka, borok, & jamur kulit.

Anti Aging Product. Silica berperan penting dalam memelihara kesehatan rambut, kuku dan kulit agar tetap awet muda serta karena fungsi lainnya yang berguna didalam mencegah penyakit, maka selayaknya silica mendapatkan perhatian lebih sebagai elemen esensial didalam memelihara vitalitas tubuh dan menjaga keremajaan.

Silica sahabat kecantikan

Silica Sahabat Bagi Kecantikan

Berdasarkan sebuah artikel dari Better Nutrition, Mei 2000 oleh Karyn Siegel, Silica adalah “sahabat kecantikan.” Artikel tersebut menyebutkan beberapa alasan mengapa silica mendukung kecantikan alami kita - terutama kulit, rambut dan kuku.

Better Nutrition melaporkan bahwa silica, atau lebih tepatnya silicon, sangat penting untuk memelihara tulang dan jaringan penghubung yang sehat. Trace mineral ini dapat ditemukan dalam setiap organ dan sel tubuh, dengan konsentrasi terbesar di dalam tulang rawan, pembuluh darah, kulit dan rambut. Nilai silica tidak bisa diabaikan karena kulit, kuku, serta rambut yang kuat dan indah tergantung padanya. Faktanya, silica tidak hanya memungkinkan rangka tubuh anda menopang anda, tapi juga membantu penampilan natural anda kembali seperti semula.

Apa itu silica? Dan bagaimana kita mendapatkan lebih banyak silica bagi tubuh kita di tingkat sel?

Silica adalah sebuah unsur non-metalik kedua setelah oksigen yang keberadaannya melimpah di atas bumi. Silica juga merupakan unsur kedua paling banyak yang meliputi hampir 28% dari kulit keras bumi! Silica ditemukan dalam kwarsa.

Berdasarkan artikel dalam Better Nutrition yang disebutkan di atas, kuncinya adalah penyerapan atau bioavailabilitas dari produk silica dalam tubuh. Pertama, istilah ”colloidal” menunjukkan bahwa silica mengandung partikel asam silicat terpolimerisasi yang terperangkap dalam air. Silicon-dioksida dihancurkan hingga berbentuk bedak halus tidak larut air dan digunakan dalam pembuatan makanan serta minuman, umumnya juga ditambahkan dalam bir sebagai agen pembusa. Silica juga terdapat dalam sisa padi utuh dan tanaman tertentu, tapi biasanya sebagai campuran yang tidak dapat larut. Penting untuk mencamkan dalam pikiran kita bahwa, meskipun sumber kedua dari silica termasuk sayuran, juga memberi manfaat, tetapi penyerapannya oleh tubuh kadang terbatas.

Sebagai tambahan dilaporkan juga bahwa pengolahan padi dan sayuran secara komersial terkadang mengakibatkan konversi silica menjadi silica non-bioaktif, yang tidak bisa diserap secara langsung oleh tubuh, melainkan harus dihidrolisasi dulu di dalam lambung hingga terbentuk asam orthosilicat, yaitu satu-satunya bentuk silica yang diketahui siap diserap oleh tubuh manusia.
.
Mengapa Silica Penting bagi Tubuh Kita?

Silica adalah suatu komponen glycosaminoglycans (GAGs), sebuah ikatan kimia yang mencakup asam hyaluronic, chondroitin sulfat dan protein keratin kompleks yang merangsang pembuatan dan perbaikan kolagen dan jaringan penghubung. Penuaan kulit secara khas ditandai oleh penurunan kadar silica dan asam hyaluronic dalam jaringan penghubung, yang terkait dengan penurunan kemampuan lambung untuk mensintesis asam-asam ini. Hasilnya, penurunan kelembaban dan kekenyalan kulit! Penampilan rambut dan kuku juga akan terpengaruh karena rambut dan kuku pada dasarnya terdiri atas protein keratin.

Better Nutrition juga melaporkan bahwa riset ini telah menunjukkan bahwa silica memainkan peran yang vital dalam pembentukan kristal apatit, unsur utama dari tulang. ”Nyatanya, sebuah studi di tahun 1993 oleh G. Stendig-kindberg, dkk, mengamati efek silicon, fluor dan magnesium terhadap kepadatan mineral tulang. Setelah 1 tahun, wanita yang menerima suplementasi silicon mencapai peningkatan kepadatan masa tulang yang signifikan secara statistik (dalam tulang paha).”

Defisiensi silica pada manusia belum dipelajari secara ekstensif. Bagaimanapun, telah diketahui bahwa silica adalah esensial bagi kesehatan yang baik dan penampilan yang lebih muda, dan bahwa silica telah menjadi lebih penting bagi tubuh kita sejalan dengan pertambahan tahun. Jika anda curiga bahwa anda mungkin tidak mendapat trace mineral ini dalam jumlah yang cukup dari diet anda, anda bisa mempertimbangkan untuk menambahnya dengan suplemen.
.
Referensi dari artikel yang dimuat di Better Nutrition, Mei 2000, oleh Karyn Siegel,"Silica is indeed "beauty’s best friend":
1. Calomme, M.R. et al. "Supplementation of calves with stabilized orthosilicic acid. Effect on Si, Ca, Mg and P concentrations in serum and the collagen concentration in skin and cartilage." Biological Trace Element Research, 56(2): 153-165, 1997.
2. Carlisle E.M., et al. "Effect of dietary silicon and aluminum on silicon and aluminum levels in rat brain." Alzheimer Disease and Associated Disorders, 1(2):83-9, 1987.
3. Eisinger, J. et al. "Effects of silicon, fluoride, etidronate and magnesiliconum on bone mineral density: A retrospective study." Magnesium Research, 6:247-49, 1993. Germano, Carl, R.D., C.N.S. The Osteoporosis Solution. New York: Kensington Books, 1999.
4. Kaufmann, Klaus, D.Sc. Silica: The Amazing Gel: An Essential Mineral for Radiant Health Recovery and Rejuvenation. New York, NY: Alive Books, 1998.
5. Lassus, A. "Colloidal silicic acid for the treatment of psoriatic skin lesions, arthropathy and onychopathy. A pilot study." Journal of Internal Medicine Research, 25(4): 206-209, July 1997.
6. Roberts N.B., et al. "Increased absorption of aluminium from a normal dietary intake in dementia." Journal of Inorganic Biochemistry, 69(3):171-6, Feb 15, 1998.
7. Stendig-Lindberg, G., et al. "Trabecular bone density in a two-year controlled trial of peroral magnesium in osteoporosis," Magnes Res 6(2):155-163, 1993.
8. Interview with Regina Noble, B.A., M.S. Saugerties, NY (914) 247-0459.

Karyn Siegel-Maier adalah penulis freelance yang memiliki spesialisasi di bidang herbal, pengobatan alternative, dan isu-isu terbaru. Ia adalah kontributor aktif di majalah-majalah, surat kabar, dan publikasi lainnya di tingkat nasional maupun regional. Ia adalah penulis dari The Naturally Clean Home: 121 safe and Easy Herbal Formulas for Non-Toxic Cleaners (Story-Books/Dec. 1999).

Silica & pembalikan umur

Silica dan Penghentian Penuaan Tubuh

Bagaimana dan mengapa penuaan tubuh terjadi telah menjadi bahasan dari banyak buku dan artikel. Hingga saat ini, belum ada data yang menyimpulkan hal tersebut, tetapi satu hal yang pasti, nutrisi yang buruk berperan besar didalam proses penuaan.

Penuaan seringkali terkait dengan penurunan kandungan silica di dalam tubuh. Pengamatan ini telah diinterpretasikan sebagai suatu indikasi mengapa kita perlu mempertimbangkan suplementasi silica dengan bertambahnya usia. Hal ini telah membuat banyak orang percaya bahwa silica memainkan peran pencegahan dalam proses penuaan dan penuaan dini. Dengan pertimbangan bahwa silica berperan penting dalam memelihara kesehatan rambut, kulit dan kuku agar tetap awet muda serta fungsi lainnya yang berguna dalam mencegah penyakit, maka selayaknya silica mendapatkan perhatian lebih sebagai elemen esensial dalam memelihara keremajaan dan vitalitas tubuh.

Silica adalah salah satu elemen yang daftar manfaatnya selalu berkembang sepanjang masa. Silica adalah elemen kedua terbanyak yang hadir di muka bumi setelah oksigen dalam bentuk silicon, sedangkan di dalam tumbuh-tumbuhan hadir dalam bentuk silica.

Sejak tahun 1972, silica telah dikenal oleh kalangan ilmuwan sebagai trace elemen penting. Penelitian pada tahun 1990 membuktikan pentingnya kehadiran silica bagi fungsi kulit, ligamen, otot, tulang dan pembuluh darah. Silica bahkan ditemukan di dalam sel darah itu sendiri, serta di dalam organ-organ penting seperti hati, jantung dan paru-paru. Selain menambah kekuatan dan kelenturan pada kulit, tulang, pembuluh darah dan jantung, studi terkini menyebutkan bahwa silica mempunyai peranan kunci dalam pencegahan osteoporosis dan penyakit Alzheimer.

Walaupun silica dijumpai dalam makanan sehari-hari, tapi jumlahnya sangatlah sedikit dan dalam kondisi tidak optimal, hal ini dikarenakan bentuk silica tersebut sulit dicerna dan diserap oleh sistem pencernaan kita.

Dengan bertambahnya usia, tubuh kita membutuhkan kadar silica dalam jumlah lebih besar, tetapi yang menjadi masalah adalah tubuh kita tidak mampu untuk mengisinya kembali secepat mungkin atau semudah ketika kita masih muda. Sementara itu, kehilangan silica terjadi secara terus menerus tanpa dapat dihindari. Kehilangan berkisar antara 10-40 mg setiap hari melalui buang air kecil, kerusakan kulit, pemotongan rambut, kuku dan lain-lain.

Suplementasi silica dengan menggunakan Silica Plus adalah cara yang paling bijaksana untuk mendapatkan elemen yang sangat penting ini. Silica Plus mengandung 1240 mg silica murni yang bebas timbal, ditambah dengan asam askorbat (vitamin C) dan komponen Hydroxygen Plus. Dengan penggabungan ini maka asimilasi silica menjadi jauh lebih baik dan manfaat silica semakin meningkat.

Silica yang dikombinasikan dengan asam askorbat membantu penyerapan kalsium ke dalam matriks tulang, disamping menjaga kelembaban dibawah jaringan kulit yang berfungsi mencegah terbentuknya keriput.

Suplementasi silica telah dikonsumsi secara teratur oleh jutaan orang. Suplementasi yang rutin dapat membuat perbedaan kualitas hidup yang signifikan.Tidak ada studi yang menemukan adanya efek negatif dari “terlalu banyak” konsumsi silica, karena silica larut dalam air, jadi kelebihannya tidak disimpan di dalam tubuh dan dengan mudah dikeluarkan oleh tubuh. Karena manfaat Silica Plus sangat banyak dan luar biasa maka kami berpikir anda akan setuju bahwa setiap orang di setiap umur akan merasakan manfaat dari penggunaan produk ini.

Silica sahabat tulang

Silica sahabat bagi tulang

Silica mungkin harus selalu ada dalam jaringan internal kita. Berdasarkan sebuah artikel yang dipublikasikan dalam Better Nutrition, Des 1997 oleh James F. Scheer, ”SILICA: KESEHATAN DAN KECANTIKAN DARI ALAM.” Artikel tersebut melaporkan bahwa Silica tidak hanya merupakan unsur kedua paling banyak di muka bumi. Setelah oksigen, Silica juga merupakan unsur yang paling berlimpah di lapisan kulit keras bumi, di mana terutama ditemukan dalam bentuk silica atau silicon dioxide (disebut juga batu api), yang muncul sebagian besar sebagai oksida silica dalam pasir dan kwarsa.

Menurut laporannya dalam Better Nutrition, Silica, sebuah trace elemen, ”adalah kritis bagi kesehatan tulang, tulang rawan, organ dan jaringan penghubung (aorta, trachea, dinding arteri, ligamen dan tendon); dan untuk kecantikan rambut, kulit, dan kuku. Terimakasih atas penelitian yang telah dilakukan oleh E.M. Carlisle, K. Schwarz, D.B. Milne, A. Charnot, R.H. Monceaux, J. Looper, E.J. Rus, L.C. Kevran, A. Weiss, A.T. Diplock, dan yang lainnya, karena kita sekarang menyadari bahwa unsur ini berpengaruh sangat besar terhadap kesehatan dan kehidupan kita.”
Edith M. Carlisle, Ph.D., dilaporkan telah menemukan bahwa kalsium dan vitamin D saja tidak cukup untuk pertumbuhan, kepadatan, kekuatan, dan fleksibilitas tulang. Mineral lainnya, termasuk silica, dibutuhkan untuk menguatkan tulang dan meningkatkan produksi kolagen, serta menjaga kekuatan dan fleksibilitas jaringan penghubung. Ia juga mencatat dalam berbagai studinya bahwa dengan bertambahnya umur, silica menghilang dari aorta, pembuluh darah utama dari jantung; hingga konsekuensinya, jaringan penghubung di dalamnya memburuk.

Dr. Carlisle juga mengadakan percobaan dengan anak ayam di tahun 1970 dan 1980 yang menunjukkan pertumbuhan dan metabolisme tulang anak-anak ayam dengan silica dan tanpa silica dalam dietnya. Ia menghasilkan dua penemuan: Pertama, anak-anak ayam dengan tambahan diet silica menunjukkan 100% peningkatan kolagen tulang dibandingkan mereka yang tidak menerima tambahan silica. Lebih lanjut, secara perlahan tapi pasti tulang mereka menunjukkan peningkatan kandungan kalsium, yang tidak ditemukan pada anak-anak ayam yang tidak menerima tambahan silica. Carlisle juga menemukan bahwa sejumlah kecil silica membantu menciptakan pertumbuhan tulang yang lebih cepat dan lebih besar.

Carlisle menyatakan bahwa kekurangan silica dalam diet adalah sebuah faktor resiko penting - yang selama ini kurang diperhatikan - terhadap terjadinya osteoporosis dan osteopenia.

Artikel tersebut juga menguraikan bagaimana riset awal di tahun 1952 oleh Charnot memastikan bahwa dekalsifikasi (pelepasan kalsium) selalu didahului oleh tidak terdeteksinya jaringan silica. Kemudian di tahun 1972, Carlisle memperluas risetnya, dan menemukan bahwa silica mempengaruhi proses kalsifikasi dan tingkat deposit kalsium dalam tulang. Ia melaporkan bahwa hewan yang menjaga diet tinggi silica mencapai mineralisasi tulang maksimum jauh lebih cepat dibandingkan mereka yang diet rendah silica.

Dilaporkan pula bahwa Carlisle (1970) dan K. Schwarz dan D.B. Milne (1972) menunjukkan bahwa tikus dan anak ayam yang diberi makan kurang silica ternyata tidak mampu mencapai pertumbuhan optimal dan mengalami kelainan bentuk tulang dan tengkorak.

Tahun 1986, Carlisle membuktikan peran silica dalam pembentukan jaringan penghubung, dan mencatat bahwa silica adalah sebuah komponen struktural dari glycosaminoglycans (asam hyaluronic, chondroitin sulfat, dan keratin sulfat) dan protein kompleks mereka.

Referensi :
Better Nutrition, Dec, 1997 by James F. Scheer, "SILICA: HEALTH AND BEAUTY FROM NATURE"
Article References:
"Hard Water is Best For Health," Consumer Bulletin, March 1963.
"Hard Water Promotes Heart Health," News Report, University of Texas at Galveston, August 15, 1981.
Anonymous. Amazing Medicines the Drug Companies Don't Want You to Discover. Tempe, Ariz.: University Medical Research Publishers, 1993.
Balch, James F., M.D., and Balch, Phyllis A., C.N.C. Prescription for Nutritional Healing. Second edition. Garden City Park, N.Y.: Avery Publishing Group Inc., 1997.
Carlisle, E.M. "A Relationship Between Silicon and Calcium in Bone Formation," Fed Proc. 29: 265, 1970.
Carlisle, E.M. "Silicon: A Possible Factor in Bone Calcification." Science 167: 179-180, 1970.
Carlisle, E.M. "Silicon as an Essential Element for the Chick," Science 178: 619421, 1972.
Carlisle, E.M. "Silicon as an Essential Trace Element in Animal Nutrition." In: Silicon Biochemistry. CIBA Foundation Symposium 121. New York: John Wiley & Sons, 1986.
Charnot, A. "Influence du Silicum et du Potassium sur le Metabolisme due Calcium," Maros Medical 337: 32, 1952.
Faelton, Sharon. The Complete Book of Minerals for Health. Emmaus, Pa.: Rodale Press, 1981.
Kaulmann, Klaus. Silica. Burnaby, B.C., Canada: Alive Books, 1992.
Schwarz, K., and Milne, D.B. "Growth-Promoting Effects of Silicon in Rats," Nature 239: 333-334, 1972.